Solusi dari Buya Yahya : Harus Mendahulukan Suami atau Orang Tua ?
Bujangsoleh - Pada sebuah kesempatan tanya jawab, ada seorang wanita bertanya kepada Buya Yahya terkait posisi perempuan yang agak dilema. Di sebuah kondisi tertentu, mana yang harus di dahulukan antara suami atau orang tua.
Menanggapi pertanyaan tersebut Buya Yahya menerangkan dengan pandangan dari dua sisi. Yang pertama dari sisi seorang istri yang sudah memiliki suami dan di sisi yang lain sebagai anak perempuan yang masih mempunyai orang tua.
Menurut Buya Yahya, seorang suami yang baikyang paham keadaan istrinya tentu ia memahami bahwa berbakti kepada orang tua akan berpahala dan berkah untuk rumah tangganya.
Sebaliknya, jika seorang suami melarang istrinya untuk berbakti kepada orang tuanya maka menurut Buya Yahya ia adalah seorang suami yang bisa menyeret istrinya ke dalam dosa. Meski sudah berumah tangga, kewajiban yang melekat pada seorang anak perempuan untuk berbakti kepada orang tuanya tetap harus dijalankan sampai kapan pun bahkan sampai orang tuanya meninggal dunia.
Akan tetapi, seorang istri juga harus tetap mengutamakan suami, sebab kata Buya Yahya suami adalah imam bagi seorang istri. Penuntun jalan kebaikan di dunia maupun di akhirat jadi tetap kepatuhan kepada suami harus dijaga.
"Sebagai seorang istri kepatuhan pertama dan utama adalah kepada seorang suami, kepatuhan pertama dan utama kepada seorang suami. Karena itu imammu di dalam rumahmu, kecuali dilarang atau diperintahkan sesuatu yang diharamkan maka tidak boleh patuh pada suami," tutur Buya Yahya.
Dari penjelasan Buya Yahya di atas, maka dapat dikatakan kepatuhan seorang istri kepada suami hanya berlaku untuk hal-hal yang baik saja. Sebaliknya jika seorang suami menyuruh istrinya untuk berbuat hal buruk, sang istri tidak akan berdosa meski membantahnya.
"Tapi ingat, seorang suami yang baik itu akan selalu memberikan kebebasan istrinya untuk melayani orang tuanya." tutur Buya Yahya
Menurut Buya Yahya seorang suami dengan adab dan tanggung jawab yang baik, justru akan bangga memiliki seorang istri yang mencintai kedua orang tuanya. Sebab ini dapat menjadi cerminan bagaimana ia akan bersikap kepada mertuanya. "Suami yang baik akan senang kalau punya istri senang membantu ibu bapaknya, ini yang harus dipahami. Maka ini belajar itu penting, makanya kalau seorang suami istrinya mau mengabdi kepada ibundanya, kasih ajang jembar."
Kasih ajang jembar yang dikatakan Buya Yahya memiliki makna bahwa, seorang suami harus memberikan keleluasaan untuk istrinya jika sang istri ingin tetap berbakti dan mengabdi kepada orang tuanya.
Oleh sebab itu menurut Buya Yahya agar rumah tangga dan hubungan suami istri tetap harmonis, masalah apapun itu termasuk orang tua baiknya diskusikan dengan suami sebagai partner hidup.
"Apapun yang anda lakukan, hendaknya bicarakan dengan sang suami." nasehat Buya Yahya.
0 Response to "Solusi dari Buya Yahya : Harus Mendahulukan Suami atau Orang Tua ?"
Post a Comment